Love Yourself


Kasih adalah hal yang selalu dicari oleh setiap manusia. Semua orang berhak akan dikasihi dan juga wajib untuk mengasihi. Kasih adalah bentuk perasaan yang tidak ada wujudnya, tetapi terasakan oleh pihak yang mendapatkannya. Kasih merupakan hal penting dalam hidup seseorang. Bahkan, sejak lahirnya seorang manusia ke dunia ini, manusia akan disambut dengan kasih dan didatangi oleh orang-orang yang mengasihinya. Namun, di dalam zaman ini, tanpa kita sadari, banyak manusia yang kehilangan kasih itu. Kehilangan kasih dalam kehidupan manusia sangat memengaruhi cara memehami, cara menerima, dan cara menyayangi diri sendiri. Akan berdatangan banyak dampak dari lack of love di dalam hidup manusia, seperti tidak menghargai diri sendiri, kehilangan kepercayaan diri, dan merasa gagal untuk hidup. Hal ini merupakan mental issue yang sering ditemukan di era ini, khususnya pada generasi muda. Seluruh manusia mencari penerimaan dan pengakuan yang membuat manusia bersemangat untuk menjalani hidupnya. Secara tidak langsung, kasih yang didapati dari pihak lain akan memengaruhi kasih yang manusia berikan dari dirinya sendiri dan untuk dirinya sendiri. Seperti pada contoh, jika seorang keluarga tidak mengasihi seorang anak sejak lahir atau ditelantarkan, anak tersebut akan kehilangan kasih yang memengaruhi jati dirinya dan menurunkan nilai hidupnya. Dampaknya, anak tersebut berpotensi salah dalam memahami diri, menerima diri dan menyayangi diri sendiri. Maka dari itu, apa yang ada di sekeliling manusia akan memengaruhi hidup dan jati diri manusia tersebut. Pihak keluarga akan sangat memengaruhi cara menerima diri pada seorang anak dari sejak masa kelahirannya. Selanjutnya, dalam masa remaja dan dewasanya, lingkungan dan pergaulan juga turut memengaruhi cara menerima diri seorang anak. Terkadang, lingkungan yang buruk, seperti pihak keluarga dan pihak pergaulan, dapat memengaruhi cara pandang negatif individu terhadap dirinya. Hal ini lah yang merupakan akar permasalahan dari salahnya penilaian diri dan penerimaan diri oleh individu terhadap dirinya sendiri.

Adapun cara yang dapat dilakukan oleh pihak keluarga terhadap individu dalam penerimaan diri ialah dengan mengasihi anggota keluarga dengan segenap hati. Kasih yang didapati dari keluarga sangat berdampak pada penerimaan diri oleh seorang anak. Keluarga berkontribusi paling besar dalam proses pencarian jati diri oleh seorang anak. Kemudian, untuk mengasihi diri sendiri dan memahami diri sendiri dengan benar, manusia harus memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan-nya dan beribadah dengan setia. Jika apa yang di dalam dirinya itu benar, hasil yang dikeluarkan pun akan benar, seperti sikap, cara memahami diri dan juga memilih pergaulan. Manusia juga harus selektif dalam memilih pergaulan yang tepat agar hidupnya berkembang dan tidak menjadi rentan terhadap kehancuran diri. Cara kita mengasihi diri sendiri sangat memengaruhi masa depan kita berhasil atau tidak. Berhasil tidak hanya berkutat pada harta, tetapi pada jati diri dan sikap dengan sesama. Untuk mengasihi diri sendiri, berhentilah membandingkan diri sendiri dengan orang lain baik secara kemampuan maupun secara fisik. Perbandingan yang manusia lakukan seringkali tidak membawa dampak positif pada jati diri, justru membawa sikap tidak bersyukur dan merasa gagal untuk hidup. Manusia dapat mencintai diri sendiri dan menerima diri sendiri dengan terus bersyukur dan mengembangkan diri ke tahap yang semakin baik. Perlu diketahui bahwa cara kita mengasihi diri sendiri akan berpengaruh pada cara kita mengasihi orang lain. Jikalau kita gagal dalam mengasihi diri sendiri, seperti menerima diri dan mengembangkan diri serta terus bersyukur, kita berpotensi akan gagal dalam mengasihi orang lain. Jangka panjangnya, manusia dapat gagal dalam mempertanggungjawabkan cara mengasihi dengan benar. Lalu, dampak negatif seperti membandingkan orang lain atau mengasihi dengan tidak tulus juga dipengaruhi oleh kesalahan dalam mengasihi diri sendiri.

Maka dari itu, dapat disimpulkan, untuk dapat mengasihi dan menerima diri sendiri, manusia harus memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan-nya. Lalu, pihak keluarga sangat lah penting dalam proses perkembangan anak. Kasih yang diberikan oleh orang tua akan berpengaruh pada jati diri dan nilai kehidupan seorang anak. Pergaulan juga berperan dalam hal ini sehingga sikap selektif dalam memilih pergaulan harus dimiliki tiap individu. Pergaulan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang baik. Demikian juga, pergaulan yang baik dapat merusak kebiasaan yang buruk. Dengan demikian, cari lah lingkungan yang benar karena lingkungan yang benar akan memengaruhi pandangan terhadap diri sendiri. Lingkungan yang benar dan keluarga yang suportif akan membuat seorang anak dapat menerima, memahami, serta mengasihi diri sendiri.

Comments